Rabu, 06 April 2016

Budaya di Madiun

 
KBRN, Madiun: Ketua Paguyuban Pencak Silat Madiun, Tarmadji Budi Harsono meminta seluruh pesilat melakukan tirakatan menjelang pergantian tahun baru islam 1437 Hijriyah atau malam satu suro. Bahkan, selaku ketua paguyuban, pihaknya mendukung langkah kepolisian yang akan menghalau para pesilat dari daerah lain, masuk ke wilayah Madiun.
Ini betujuan untuk menciptakan suasa nyaman dan kondusif selama pelaksanaan satu suro. Apalagi, dua perguruan pencak silat yang diklaim memiliki massa terbanyak, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Winongo maupun perguruan pencak silat yang lainnya juga melarang, adanya pesilat luar daerah yang masuk ke wilayah Madiun.
“Kita mendukung lah upaya dari kepolisian, karena bagaimanapun juga kan ini untuk menciptakan situasi yang kondusif,”Ungkap Tarmadji kepada Radio Republik Indonesia, Kamis(8/10/2015).
Mantan Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Madiun ini menuturkan, sejauh ini perguruan pencak silat di Madiun yang tergabung dalam paguyuban sudah berkoordinasi, terkait rangkaian kegiatan menyambut tahun baru islam.  Hasilnya, para perguruan pencak silat sepakat untuk ikut membantu kepolisian mengamankan wilayah Madiun. Apalagi, Madiun dikenal sebagai pusat sekaligus kampung pesilat.
 
Tarmadji Budi Harsono menjelaskan, selaku ketua paguyuban pencak silat di Madiun, pihaknya juga mendukung langkah kepolisian yang akan mengembalikan massa ke kampungnya masing-masing, jika kemungkinan diketemukan ada pesilat luar daerah yang menginap di wilayah Madiun. Tarmadji berharap, perayaan satu suro tahun ini, lebih kondusif seperti pelaksanaan suro tiga tahun terakhir.
“Malam satu suro itu kan malam yang disakralkan oleh perguruan-perguruan yang ada. Tapi kita sepakat untuk membantu pengamanan agar kondusif. Kami menghimbau pada seluruh perguruan pencak silat, didalam menyambut bulan suro, karena bulan itu banyak mukjizat tuhan yang turun, pakailah bertirakat, trialat, merenung diri. Kalau musim ya lakukan tahajud, kalau nasrani pergilah ke gereja, sehingga kota ini menjadi aman segalanya,”Pungkasnya. (Eka Wulan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar